Panduan Lengkap Menggunakan PHP File Manager untuk Mengelola File dan Folder
PHP File Manager adalah solusi praktis bagi para developer yang tidak memiliki akses ke server mereka melalui SSH atau FTP. Dengan alat ini, Anda dapat dengan mudah mengelola file dan folder secara langsung melalui browser. Namun, alat ini bukan untuk digunakan sebagai pengelola file reguler di area publik karena masalah keamanan. Artikel ini akan membahas fitur, cara penggunaan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan PHP File Manager.
Fitur Utama PHP File Manager
Pengelolaan File yang Mudah
PHP File Manager memungkinkan Anda untuk mengunggah, mengunduh, menyalin, memindahkan, dan menghapus file dengan mudah.
Aksi Zip dan Unzip
Dengan ekstensi Zip di PHP, Anda dapat membuat arsip zip atau mengekstraknya langsung di server.
Kemudahan Embedding
PHP File Manager dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau sistem lain menggunakan beberapa konstanta yang dapat disesuaikan.
Persyaratan Sistem
Untuk menjalankan PHP File Manager, pastikan server Anda memenuhi persyaratan berikut:
PHP versi 5.2 atau lebih tinggi.
Ekstensi Zip (untuk fungsi zip dan unzip).
Ekstensi Fileinfo, iconv, dan mbstring sangat disarankan untuk kinerja yang optimal.
Cara Menggunakan PHP File Manager
Unduh File
Dapatkan file ZIP versi terbaru dari repository resmi.
Salin ke Server
Salin file
filemanager.php
ke folder di server Anda.
Akses Melalui Browser
Buka file
filemanager.php
di browser Anda, misalnya:http://yoursite.com/path/filemanager.php
.
Keamanan
Keamanan adalah aspek penting saat menggunakan PHP File Manager. Berikut langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan:
Ubah Kredensial Default
Default username/password adalah fm_admin/fm_admin. Pastikan Anda menggantinya di variabel
$auth_users
sebelum menggunakan alat ini.
Aktifkan atau Nonaktifkan Autentikasi
Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan autentikasi dengan mengatur nilai
$use_auth
ketrue
ataufalse
.
Gunakan HTTP Authentication
Untuk keamanan tambahan, aktifkan autentikasi HTTP di server web Anda.
Hapus File Setelah Penggunaan
Jangan biarkan file
filemanager.php
berada di server setelah selesai digunakan.
Mengintegrasikan dengan Aplikasi Lain
Anda dapat menyisipkan PHP File Manager ke dalam skrip lain dengan mendefinisikan konstanta seperti berikut:
class SomeController
{
public function actionIndex()
{
define('FM_EMBED', true);
define('FM_SELF_URL', UrlHelper::currentUrl());
require 'path/to/filemanager.php';
}
}
Konstanta yang dapat digunakan:
FM_ROOT_PATH
– Default:$_SERVER['DOCUMENT_ROOT']
FM_ROOT_URL
– Default:http(s)://site.domain/
FM_SELF_URL
– Default:http(s)://site.domain/ . $_SERVER['PHP_SELF']
FM_ICONV_INPUT_ENC
– Default:CP1251
FM_USE_HIGHLIGHTJS
– Default:true
FM_HIGHLIGHTJS_STYLE
– Default:vs
FM_DATETIME_FORMAT
– Default:d.m.y H:i
Alternatif
Jika Anda mencari alternatif lain, berikut adalah beberapa opsi yang patut dipertimbangkan:
Tiny PHP File Manager – Menyediakan fitur pencarian dan editor file.
Simple PHP File Manager – Alternatif sederhana untuk pengelolaan file.
Pelaporan Bug
Jika Anda menemukan bug atau masalah, Anda dapat melaporkannya melalui Issue Tracker.
Lisensi
PHP File Manager dirilis di bawah lisensi MIT. Ikon dalam aplikasi ini disediakan oleh Yusuke Kamiyamane.
Gunakan PHP File Manager dengan bijak dan pastikan untuk menghapusnya dari server setelah selesai digunakan. Dengan alat ini, pengelolaan file Anda menjadi lebih praktis tanpa memerlukan akses FTP atau SSH.