Kamu Ingin Request Artikel? Klik Oke :)

PHP File Manager Simple For Website Execution

PHP File Manager Simple Downloader

 

PHP File Manager Simple

Panduan Lengkap Menggunakan PHP File Manager untuk Mengelola File dan Folder

PHP File Manager adalah solusi praktis bagi para developer yang tidak memiliki akses ke server mereka melalui SSH atau FTP. Dengan alat ini, Anda dapat dengan mudah mengelola file dan folder secara langsung melalui browser. Namun, alat ini bukan untuk digunakan sebagai pengelola file reguler di area publik karena masalah keamanan. Artikel ini akan membahas fitur, cara penggunaan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan PHP File Manager.

Fitur Utama PHP File Manager

  1. Pengelolaan File yang Mudah

    • PHP File Manager memungkinkan Anda untuk mengunggah, mengunduh, menyalin, memindahkan, dan menghapus file dengan mudah.

  2. Aksi Zip dan Unzip

    • Dengan ekstensi Zip di PHP, Anda dapat membuat arsip zip atau mengekstraknya langsung di server.

  3. Kemudahan Embedding

    • PHP File Manager dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau sistem lain menggunakan beberapa konstanta yang dapat disesuaikan.

Persyaratan Sistem

Untuk menjalankan PHP File Manager, pastikan server Anda memenuhi persyaratan berikut:

  • PHP versi 5.2 atau lebih tinggi.

  • Ekstensi Zip (untuk fungsi zip dan unzip).

  • Ekstensi Fileinfo, iconv, dan mbstring sangat disarankan untuk kinerja yang optimal.

Cara Menggunakan PHP File Manager

  1. Unduh File

  2. Salin ke Server

    • Salin file filemanager.php ke folder di server Anda.

  3. Akses Melalui Browser

    • Buka file filemanager.php di browser Anda, misalnya: http://yoursite.com/path/filemanager.php.

Keamanan

Keamanan adalah aspek penting saat menggunakan PHP File Manager. Berikut langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan:

  1. Ubah Kredensial Default

    • Default username/password adalah fm_admin/fm_admin. Pastikan Anda menggantinya di variabel $auth_users sebelum menggunakan alat ini.

  2. Aktifkan atau Nonaktifkan Autentikasi

    • Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan autentikasi dengan mengatur nilai $use_auth ke true atau false.

  3. Gunakan HTTP Authentication

    • Untuk keamanan tambahan, aktifkan autentikasi HTTP di server web Anda.

  4. Hapus File Setelah Penggunaan

    • Jangan biarkan file filemanager.php berada di server setelah selesai digunakan.

Mengintegrasikan dengan Aplikasi Lain

Anda dapat menyisipkan PHP File Manager ke dalam skrip lain dengan mendefinisikan konstanta seperti berikut:

class SomeController
{
    public function actionIndex()
    {
        define('FM_EMBED', true);
        define('FM_SELF_URL', UrlHelper::currentUrl());
        require 'path/to/filemanager.php';
    }
}

Konstanta yang dapat digunakan:

  • FM_ROOT_PATH – Default: $_SERVER['DOCUMENT_ROOT']

  • FM_ROOT_URL – Default: http(s)://site.domain/

  • FM_SELF_URL – Default: http(s)://site.domain/ . $_SERVER['PHP_SELF']

  • FM_ICONV_INPUT_ENC – Default: CP1251

  • FM_USE_HIGHLIGHTJS – Default: true

  • FM_HIGHLIGHTJS_STYLE – Default: vs

  • FM_DATETIME_FORMAT – Default: d.m.y H:i

Alternatif

Jika Anda mencari alternatif lain, berikut adalah beberapa opsi yang patut dipertimbangkan:

Pelaporan Bug

Jika Anda menemukan bug atau masalah, Anda dapat melaporkannya melalui Issue Tracker.

Lisensi

PHP File Manager dirilis di bawah lisensi MIT. Ikon dalam aplikasi ini disediakan oleh Yusuke Kamiyamane.


Gunakan PHP File Manager dengan bijak dan pastikan untuk menghapusnya dari server setelah selesai digunakan. Dengan alat ini, pengelolaan file Anda menjadi lebih praktis tanpa memerlukan akses FTP atau SSH.

Posting Komentar